Suku Dayak

Posted on

Suku Dayak – merupakan suku di Indonesia yang hidup di Kalimantan. Kehidupan primitif, jauh dari akses global ke informasi, ialah karakteristik mereka. Namun mulai dari sana, ada sesuatu yang menarik untuk diketahui. Salah satu hal yang sangat menarik untuk dipelajari adalah budaya mereka.

Edin08.com akan membahas materi pendidikan dengan tema Suku Dayak. Dimana penjelasan akan dibahas berdasarkan pengertian, Budaya suku Dayak dan Sejarah suku Dayak .

Pengertian

Secara bahasa Dayak sebenarnya bukan nama untuk suatu suku. Istilah “orang dayak” dalam bahasa Kalimantan umumnya berarti “orang-orang pedalaman“, yang jauh dari kehidupan kota.

Panggilan “Dayak” tidak khusus untuk suku, tetapi untuk berbagai suku. Misalnya, Dayak Kenyah, Dayak Tunjung, Dayak Punan dan puluhan anak suku lainnya.

Kostum suku Dayak sangat jelas, yaitu dilihat dari cara berpakaian, cara mereka menjalani hidup dan upacara / ritual yang mereka lakukan. Selain itu, mereka juga memiliki bahasa khusus dan tarian Dayak. Berbagai adat ini adalah gaya budaya mereka.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang budaya etnis ini, kita perlu tahu terlebih dahulu bagaimana kisah mereka. Mengetahui bagaimana mereka hidup di masa lalu, kita akan tahu mengapa mereka memiliki karakteristik budaya yang berbeda dari suku lain. Berikut ini adalah kisah menarik dari suku Dayak.

Kedudayaan suku Dayak

Berikut ini kebudayaan tradisiaonal dari suku dayak kalimantan, diantaranya.

Suku Dayak
Suku Dayak

Ciri Khas Makanan Khas

Makanan Khas

Orang Dayak juga memiliki ciri khas makanan khusus, termasuk Juhu Singkah (rotan muda), Karuang (sayuran berbasis singkong) atau Wadi (makanan berbasis ikan). Makanan ini diperoleh dan ditandai dengan pencarian benda-benda di hutan. Orang Dayak juga mengenali rempah-rempah yang sangat sederhana.

Itulah beberapa sejarah dan budaya orang Dayak yang tinggal di Kalimantan. Menjadi salah satu suku Indonesia, suku Dayak memiliki budaya yang terkait erat dengan kehidupan mereka.

Selain itu, orang Dayak tidak dapat dipublikasikan dengan dokumen sejarah yang menunjukkan karakteristik tradisionalnya. Oleh karena itu, dengan mempelajari lebih lanjut tentang suku Dayak, kita dapat mengetahui mengapa budaya mereka berbeda dari suku-suku lain.

Bahasa Asli

Bahasa Asli

Bahasa asal suku Dayak ialah bahasa Austronesia yang masuk dari bagian utara Kalimantan, yang kemudian menyebar ke arah timur untuk memasuki daerah pedalaman, pegunungan dan pulau-pulau di Samudra Pasifik.

Selanjutnya, bahasa-bahasa komunitas Dayak berkembang seiring dengan kedatangan orang-orang Melayu dan orang-orang dari tempat lain. Dengan cara ini diperkirakan bahwa orang Dayak memiliki banyak bahasa ketika kelompok-kelompok dari daerah lain tiba.

Upacara Tradisional

Upacara Tradisional

Upacara tradisional yang terkenal dari komunitas Dayak adalah upacara Tiwah, yang merupakan ritual yang dilakukan untuk memberikan tulang-tulang almarhum ke Sandung (rumah kecil) yang dibuat. Bagi orang Dayak, upacara Tiwah adalah upacara yang sangat sakral.

Upacara ini juga disertai dengan tarian, suara gong dan pertunjukan lainnya. Ada juga upacara-upacara lainnya, seperti api unggun upacara mayat, penerimaan kelahiran anak dan penguburan mayat.

Alat Musik Tradisional

Alat Musik Tradisional

Dayak juga memiliki alat musik khas yang sering dimainkan. Beberapa di antaranya adalah Garantung (gong) yang merupakan alat musik yang terbuat dari bahan logam dan Gandang (drum) adalah sebagai mengiringi suatu tarian dan lagu. Selain ini, Dayak sendiri mempunyai alat tradisional musik yang digunakannya di tiup dan begitu unik yang dibuat dari bahan yang berbeda, yaitu Kalali, Tote dan Suling Balawung.

Tari Tradisional

Tari Tradisional

Tarian tradisional Dayak terdiri dari 3 jenis, yaitu Tarian Hudoq, Tarian Leleng dan Tarian Papatai Kancet. Setiap tarian memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda.

Tarian Hudoq adalah bagian dari ritual yang dilakukan setelah menanam padi dari suku Dayak Bahau dan Dayak Modang. Esensi tarian ini dibuat untuk mengenang jasa / pengorbanan leluhur mereka.

Tari Leleng adalah seorang gadis penari dari Dayak Kenyah yang bercerita tentang seorang gadis bernama Utan Along, di mana ia akan menikah secara paksa dengan seorang pemuda yang tidak cinta, sehingga Utan Along melarikan diri ke hutan.

Tarian Kancet Papatai adalah tarian perang dengan kisah salah satu pahlawan Dayak Kenyah yang berperang melawan musuh. Seni tari ini datang dalam bentuk gerakan lincah dan lincah dan pandangan lincah dan indah.

Rumah Tradisional

Rumah Tradisional

Rumah tradisional masyarakat Dayak disebut rumah Betang atau rumah panjang. Yaitu, rumah khas Kalimantan tradisional yang bisa Anda temukan di sudut-sudut Kalimantan, atau lebih tepatnya di hulu sungai yang merupakan pusat tempat tinggal masyarakat Dayak.

Bentuk dan ukuran rumah Betang bervariasi di berbagai tempat. Ada rumah Betang yang panjangnya mencapai 15 meter dan lebar 30 meter. Secara umum, rumah Betang dibangun dalam bentuk panggung dan dengan ketinggian hingga 5 meter.

Rumah-rumah Betang yang dibuat bekerja keras untuk bertahan dari banjir yang mengancam di daerah hulu. Budaya rumah Betang merupakan cerminan dari solidaritas antara orang Dayak dan sistem aturan yang berlaku mengacu pada hukum adat yang disepakati bersama.

Pakaian Tradisional

Pakaian Tradisional

Pakaian tradisional yang dipakai dibagi menjadi 2, yaitu pakaian tradisional pria dan pakaian tradisional wanita. Untuk pria, pakaian tradisional disebut sapei sadaq.

Karakteristiknya memakai pita pandanum dan umumnya digunakan oleh orang tua. Para atasan dikenakan dalam bentuk rompi dan bawahan dalam bentuk cawat atau yang disebut abet kaoq, dan mandau yang mengikat hidup.

Sedangkan untuk pakaian wanita, itu disebut Ta’a. Model pakaian ini tidak jauh berbeda dengan pakaian pria tradisional. Perbedaannya hanya baju mereka yang disebut sapei inoq dan bawahan mereka dalam bentuk rok. Bagi wanita, semua gaun mereka dihiasi dengan berbagai manik-manik indah.

Setelah pembahasan mengenai kebudayaan diatas, selanjutnya adamin akan membehas mengenai sejarah singkat dari suku primitif dari wilayah kalimantan ini.

Sejarah suku Dayak

Konon, leluhur suku Dayak berasal dari sebuah negara dengan nama “Yunan” di wilayah Cina. Mereka adalah keturunan keluarga kerajaan Cina yang menderita kekalahan dalam perang, yang berusaha memastikan diri dengan bergerak untuk mencapai pulau Kalimantan.

Apalagi mereka merasa nyaman tinggal di pulau itu. Namun, ada trauma serius yang mereka rasakan setelah perang di mana mereka enggan dan takut bertemu kelompok atau penghuni komunitas.

Mereka sangat khawatir perang itu bisa berulang, yang bisa memadamkan suku mereka. Dari sana leluhur mereka membuat tabu untuk tidak bertemu dengan kelompok lain selain kelompok mereka.

Kehidupan kelompok Dayak selama bertahun-tahun telah mengalami beberapa perkembangan. Beberapa anak suku dari suku Dayak sudah ingin menjalin komunikasi dengan orang lain selain kelompok mereka.

Tetapi masih ada anak-anak suku yang telah mempertahankan tradisi mereka di masa lalu, di mana mereka tetap bersikeras untuk membangun komunikasi dengan orang-orang di luar mereka. Inilah sekilas kisah yang bisa Anda pelajari tentang suku Dayak.

Berbagai dinamika yang dialami di masa lalu menjadikan mereka tradisi primitif dan memiliki beberapa batasan.

F.A.Q

Jelaskan pengertian dari suku dayak?

Secara bahasa Dayak sebenarnya bukan nama untuk suatu suku. Istilah “orang Dayak” dalam bahasa Kalimantan umumnya berarti “orang-orang pedalaman”, yang jauh dari kehidupan kota.

Coba ceritakan sejarah singkat suku dayak?

Konon, leluhur suku Dayak berasal dari sebuah negara dengan nama “Yunan” di wilayah Cina. Mereka adalah keturunan keluarga kerajaan Cina yang menderita kekalahan dalam perang, yang berusaha memastikan diri dengan bergerak untuk mencapai pulau Kalimantan.

Baca juga link di bawah ini :

Related posts: